Mengapa Organik, Mengapa Lingkar Organik

Setiap kita, dan mustinya semua makhluk, ingin menikmati hidup yang sejahtera, harmonis, dan sehat di lingkungan yang lestari dan segar. Kita juga ingin keturunan kita menikmati hal serupa ke depan nanti. Konsumsi pangan organik dapat membantu mewujudkan impian ini.

Kami di Lingkar Organik berkomitmen menjalankan cara hidup organik dan memberikan yang terbaik bagi perbaikan kehidupan dengan berusaha belajar dan memenuhi standar organik setinggi mungkin. Bersama komunitas-komunitas kami membangun jaringan penjaminan mutu terpercaya yang bersifat partisipatif dan independen yang mengacu kepada standar Komite Akreditasi Nasional. Harapanya akan dihasilkan pula produk-produk organik bermutu tinggi.

Keuntungan dari proses bisnis Lingkar Organik dikembalikan untuk pemberdayaan petani, pelestarian lingkungan, dan pengembangan dunia pendidikan. Bersama @sumbupakarti kami terus membangun berbagai program penguatan bagi petani baik dalam bentuk softskill maupun hardskill serta mengembangkan ruang-ruang belajar ramah anak dan ramah lingkungan di berbagai wilayah mitra kami.

Pangan organik dihasilkan dari bibit lokal (baik hewan maupun tumbuhan) non GMO (genetically modified organisms) atau bebas rekayasa genetika. Berbagai studi menunjukkan bibit GMO memiliki dampak buruk pada tubuh dan memicu banyak alergi serta penyakit. Bibit GMO juga melukai makhluk lain karena mengkonsumsi pakan, pupuk dan pestisida sitesis lebih banyak. Sisa dari berbagai pakan, pupuk serta pestisida itu merusak alam dan mematikan banyak makhluk hidup.

Penggunaan bibit lokal menjaga keanekaragaman hayati dan menjaga kelestarian pangan manusia. Saat ini bibit cenderung diseragamkan oleh rekayasa genetik demi memenuhi standar rasa, pertumbuhan, maupun produksi. Hal ini tanpa sadar memicu kepunahan beberapa bibit yang ditinggalkan karena dianggap kurang bisa memenuhi standar pabrikan pangan–padahal kandungan gizinya seringkali lebih baik dan lebih cocok dengan kondisi masyarakat pendukungnya. Penggunaan bibit lokal membuat aneka ragam bibit yang terbaik di wilayahnya tetap terjaga dan terus berkembang. Petani bisa melakukan pembenihan atau penangkaran sendiri, turun temurun sehingga tidak bergantung untuk membeli benih pabrikan. Tentu saja ini salah satu wujud kedaulatan petani dan penguatan kearifan lokal.

Pangan organik dipelihara dan diproses tanpa pakan sintesis, pupuk sintesis dan pestisida sitesis jadi tidak mengandung residu/sisa pupuk dan pestisida sintetis yang merugikan/mematikan manusia dan makhluk hidup lainnya.

Proses penanaman atau pemeliharaan organik membuat Anda turut memelihara dan memperbaiki mutu tanah, mutu air, mutu udara, dan tentu saja ikut menjaga kelestarian alam.

Studi terus menunjukan bahwa pangan organik lebih bergizi. Mengandung lebih banyak vitamin, antioksidan, mineral serta bahan yang dapat membantu ketahanan tubuh serta melawan, mencegah berbagai penyakit seperti kanker, diabetes, atau jantung.

Jika bahan mentah organik diolah maka rasa dan aroma alaminya akan terasa lebih enak daripada yang non organik, apalagi jika diolah secara organik atau dengan cara alami tanpa bahan pengawet, pewarna, perasa, pengental, penguat rasa, atau pengharum sintesis/buatan. Kebanyakan pangan yang beredar saat ini bisa dibilang rasanya sudah tidak asli karena sudah diberi penguat dan hanya memuaskan bagian indera terntentu saja. Kekayaan rasa alami sering terlupakan.

Proses organik adalah proses saling mendukung antar unsur alam semesta untuk mencapai keharmonisan. Ketika mengkonsumsi produk organik berarti kita mendukung proses bisnis berkeadilan dimana keuntungan kemudian dikembalikan untuk berbagai proses pemberdayaan baik bagi petani maupun konsumen itu sendiri. Alam adalah sumber modal utama dalam proses ini sehingga keuntungan juga dikembalikan ke alam lewat berbagai proses yang menjaga kelestarian lingkungan.

Bisa dikatakan semua proses yang diungkap dimuka tadi menunjukkan bagaimana aktifitas organik membuat kehidupan komunitas baik petani (produsen), maupun konsumen lebih sejahtera, sehat dah harmonis. Lingkungan terjaga kelestarianya dan masa depan memiliki harapan lebih cerah

Ringkasan, dari berbagai sumber.